Posted on

Indonesia Drone National 2016

Tidak hanya di Uni Emirat Arab, Jepang, China dan Korea saja, di tahun 2016 gelaran Drone Racing professional kembali diadakan di Indonesia tepatnya di Jakarta.
Indonesia Drone Racing Federation (IDRF) mengadakan event Indonesia Drone National (IDN) 2016 yang bertempat di Lapangan Wisma Aldiron Pancoran Jakarta.

Event IDN 2016 adalah event kedua yang diselenggarakan IDRF di tahun 2016, setelah event pertama pada bulan Mei menyelenggarakan D1 Asia Cup Qualification. Jika pada acara D1 Asia Cup IDRF melakukan kualifikasi peserta dari Asia Tenggara untuk bisa mewakili negara ke ajak D1 Asia Cup Shenzhen di China, maka untuk acara IDN 2016 ini adalah kualifikasi untuk event internasional di bawah Drone Sport Association (DSA), di mana pemenang akan mewakili Indonesia untuk bertanding pada ajang World Drone Racing Championship pada bulan Oktober 2016 yang diselenggarakan di Hawaii. Beberapa drone racer Indonesia pada bulan Juni dan Agustus 2016  telah mewakilli IDRF untuk mengikuti beberapa event internasional sebelumnya, mereka adalah Axel Mario (Korean, Jepang) , Caesar (Korea), Ovi Sardjan (China) dan Adi Sirfefa (China).

Posted on

Kualifikasi IDRF Asia Cup 2016 Drone Race

Indonesia Drone Racing Federation (IDRF) memulai event di tahun 2016 dengan menyelenggarakan babak kualifikasi drone racing untuk kejuaraan Asia Cup 2016 yang babak finalnya akan diselenggarakan di Beijing China pada bulan Juni 2016. Asia Cup yang diselenggarakan oleh ADRO sebagai asosiasi drone race di tingkat Asia akan menjadi event berskala internasional kedua yang besar di tahun ini setelah beberapa bulan yang lalu ramainya penyelenggaraan World Drone Prix di Dubai. Yang lebih menarik lagi, event Asia Cup 2016 ini juga akan tercatat sebagai poin yang dihitung dalam penilaian asosiasi drone race tingkat internasional di bawah lembaga IDRA.

Posted on

Aerial Grand Prix Pertama di Indonesia

Tanggal 1 November 2015, Cibubur Aeromodelling Club (CAC) menyelenggarakan sebuah event yang baru pertama kali diadakan di Indonesia, yaitu CAC FPV Race, sebuah event balap yang menggunakan wahana yang sedang berkembang pesat saat ini yaitu multirotor atau sering disebut oleh masyarakat umum dengan sebutan Drone Race.

Bekerja sama dengan Aerial Grand Prix Indonesia (AGP Indonesia)  yang mempersiapkan segala hal teknis pertandingan, acara ini akan dilaksanakan di lapangan terbang Pusdirga yang berada di area bumi perkemahan Buperta Cibubur. Ada tiga kelas yang akan dipertandingkan yaitu Mini 250, Super Mini 330 dan Time Trial. Acara ini disponsori oleh banyak pihak dan tentunya DroneIndonesia.com juga ikut ambil bagian sebagai sponsor yang ingin turut serta mensukseskan acara yang bersejarah ini.

Bagi yang belum mengerti apa itu FPV Race, bisa dibayangkan FPV Race adalah perlombaan adu cepat menggunakan wahana terbang di mana pemain sebagai pilot melihat menggunakan kamera yang ditempatkan pada wahana tersebut sehingga seolah-olah sedang berada di dalamnya, yang disebut dengan istilah First Person View (FPV). Selain pemain sendiri, apa yang terlihat pada wahana juga akan dilihat oleh juri pertandingan dan tentunya oleh penonton yang datang langsung melihat pertandingan di tempat.

Tidak ada biaya yang dikenakan untuk ikut menyaksikan kejuaraan ini secara langsung, video teaser juga bisa dilihat di halaman berikut.

Posted on

Peraturan Menteri Perhubungan mengenai Pesawat Udara Tanpa Awak di Indonesia

Hari ini di dunia maya untuk pemerhati pesawat udara tanpa awak (unmanned aerial vehicle / UAV) atau yang dikenal oleh orang awam sebagai drone sedang ramai membahas Peraturan Menteri Perhubungan PM 90 Tahun 2015 mengenai Pesawat Udara Tanpa Awak di Indonesia.

Seperti biasa, peraturan baru akan menimbulkan pro dan kontra. Peraturan memang diperlukan, mengingat pesawat udara tanpa awak memang seharusnya tidak  bisa digunakan sebebas-bebasnya karena selain banyak pihak yang terlibat dalam pengoperasiannya juga ada banyak aspek keamanan yang harus diperhatikan.

Dengan adanya peraturan, bisa menjadi panduan awal bagi para pengguna dan juga bermanfaat bagi perkembangan teknologi ke depan. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pelaksanaan Peraturan Menteri ini di lapangan dan juga penyesuaiannya mengingat perkembangan teknologi yang sedemikian cepat.

Beberapa komunitas mencoba memberikan ringkasan mengenai peraturan tersebut berikut ini:

Posted on

Project drone terus bermunculan : Micro Drone 3.0

Tahun 2015 bisa dibilang sebagai tahunnya drone. Beratus jenis drone baru bermunculan dengan bentuk, ukuran dan fungsi masing-masing. Pabrikan terus berlomba mengeluarkan produk baru tiap bulan. Coba lah untuk masuk ke beberapa website crowd sourcing, akan gampang ditemukan banyak project bertemakan drone yang berhasil menggalang pendanaan dengan mudahnya hingga akhirnya bisa diproduksi secara massal.

Yang terbaru di bulan Juli 2015 adalah project Micro Drone versi ketiga.  Penggalangan dananya dilakukan melalui Indiegogo dan benar saja hanya dalam lima hari telah memperoleh pendanaan sebesar 300.000 USD dari sekitar 2200 orang yang ikut berpatisipasi. Padahal target awal pendanaan awal dari pemilik proyek hanya sebesar 75.000 USD.

Micro Drone 3.0 dirancang oleh Vernon Kerswell yang berbasis di kota London dengan delapan orang anggota teamnya. Sebelum sampai ke versi ketiga, tim Micro Drone sudah mengembangkan proyek versi awal sejak tahun 2008. Fokus dari Micro Drone adalah drone yang mudah untuk semua orang, ukuran yang kecil, tangguh dan dapat langsung melakukan stream HD ke telepon seluler.

Untuk kemampuan dan fitur saat berada di udara, Micro Drone diklaim akan mampu melakukan auto-level, terbang terbalik, mengikuti sensor dengan kemampuan terbang dalam kondisi berangin 45 mil per jam dengan jangkauan jarak sampai 300 kaki. Fitur video selain mampu untuk melakukan live streaming juga dapat digunakan untuk FPV, dikontrol dari banyak device sekaligus, direncanakan memiliki memiliki gimbal dan juga integrasi online content langsung ke social media. Dari sisi desain produk juga diperhatikan secara detil  yaitu memiliki konsep yang modular, mudah melepas pasang baterai, dan tidak ketinggalan bisa diubah tampilan luarnya dengan 3d print customization.

Tertarik ? Masih ada waktu sampai tengah Agustus 2015 kalau ingin berkontribusi di project ini sekaligus memiliki Micro Drone 3.0 ini melalui Indiegogo.


Berikut beberapa keterangan lebih rinci mengenai proyek Micro Drone 3.0 yang di ambil dari halaman proyek Micro Drone 3.0 :